Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Januari 2012

Having a Golden Time???

Golden time, it always remind me to my reading lecturer, pak I. It doesnt mean that he was the first person who told me about that, I already knew the phrase before he told me so. Only, when he told about this to the whole class, I really familiar with that phrase. I was still worked in Ganto (college newspaper) at that time, so it means that I have to always aware about idea that came to my mind. Unfortunately, the golden time is not always coming in the right time. Thats what pak I told me about.


image source: google image
Its not always coming in the right time, yup, thats what we call golden time. It is a time when you really have many great ideas. About anything. If you are a student, golden time is when you really have many idea to do your project or your assignment, but its not always come when you are studying. If you are a businessman, golden time is when you have many creative ideas about your business, and the time when the ideas coming to your mind is not always when you are in your desk, force yourself to think about your business. No. Golden time appear randomly. If you are a writer, at least have a blog to write, golden time is the time when you really get many ideas to write about. That time is not always appear when you open microsoft word in your computer or open your notebook and get ready to write. (you already get the meaning from the first example, dont you? Hehe, I just want to make this writing a little bit long (^_*)V).

Owh, by the way, We are going to focus in a golden time for the writers.


image source: google image

Of course we get ready to write because we have something to write, more or less we need to write something, but this is not the time we are talking about. Golden time come when we dont have microsoft word in front of our eyes or notebook and we are not in the middle of getting ready to write. The ideas just come to our mind whatever and whenever it is. For instance, when we are going to sleep, our eyes are close but our mind still walking around, suddenly many ideas come. So, its the golden time. 


Another example, (I have said that Id like to make this writing a little longer, right?), when we are waiting for a bus or are in the bus, unexpectedly we get ideas to write. Well, it is the golden time. We should appreciate that time. Really. Trust me its work. Ups,I mean, it is very precious.

Yes, golden time is not coming once in a day, it could come many times because as I wrote, it just come whenever it is. However, the ideas that coming in a golden time will not appear in another time. Thats the point. So, thats why we should appreciate this time. Why? Because golden time is when the ideas come to your mind just in that time. The ideas are very good and it will not coming in another time. So, we have to prepare our self to get golden times and welcoming the ideas that are coming with these times.

How?

image source: google image

Here it is. Make sure we always bring a small notebook and a pen with us. So when we get a golden time we can take a note about the ideas that coming trough. Man is created to forget, and by taking a note directly when the golden time come, we will not forget the ideas. As it is named golden, it is very valuable. The ideas from a golden time will make a good creation, but if we dont write the ideas coming directly, it will really hard to remind it again. Sometimes, it never comes anymore until we see someones creation that conclude the ideas that we lose. By the time, the only thing we could say, huft.. I thought so.
well, lets get ready for up coming golden time, guys...
d(^_^)b

Dan Azed,
Payakumbuh, 00.20 am 
Thursday, January 11, 2012.

Jumat, 23 Desember 2011

Luph U Pak 'Ipe'

Menikmati senja menjelang magrib sore ini di sepanjang jalan Khatib Sulaiman. Saat arah pulang, di perempatan Kis Mangunsarkoro polantasnya jalan ke tengah pake jaket hijau stabilonya plus helm. Otak mafiaku bergumam,"ngapain sih tu orang pake ke tengah jalan segala, sok pahlawan deh loe. Coba kalo nabrak itu nggak bermasalah dan mesti nguras saku buat ngisi saku loe, udah gw tabrak loe dg alasan gw rabun senja." (ups..astagfirullah...kejam bgt y aku sm polantas)

Pas trafficlightnya udah hijau, aku baru sadar kalo ternyata ntu orang ke tengah jalan karna ada pejabat lewat.


ilustrasi diambil dari kaskus, tapi yg lewat RI 1...tak pa apa lahh, namanya juga ilustrasi..

Berhubung lampu sdh hijau dan aku sdh jalan, aku nggak bisa melihat dg pasti plat nomor kendaraan pak pejabat, tp kalo nggak salah plat itu kepunyaan pak IP. Biasanya kalo perjalanku terganggu karna pejabat lewat aku bilang, "huh,gw tau loe pejabat negara tp ni jln bkn pny moyang loe".hehe,kejam lg.
Tp,berhubung pak IP yg lwt,aku husnudzon aja. "hm..pak IP pasti nggak mw ktinggalan jamaah shalat magrib."
Iiiihhaaa..
^_*

I love you so much, mr. Governor!!!

Sabtu, 16 April 2011

Mahasiswa dan Playstation

Mahasiswa dikenal sebagai the agent of change atau agen perubahan. Begitu banyak perubahan yang tercetus berkat pemikiran-pemikiran mahasiswa. Misalnya saja runtuhnya rezim Soeharto. Saat itu, mahasiswa di seluruh Indonesia bersatu untuk meyuarakan kepentingan rakyat.

Sekarang, mahasiswa masih dianggap sebagai agen perubahan tetapi tidak lagi dengan semangat seperti senior-senior dulunya. Hanya segelintir saja mahasiswa yang peduli dengan keadaan bangsa ini. Yang lainnya kemana? Mereka juga sibuk. Sibuk dengan segala macam permainan yang ditawarkan benda keramat yang bernama play station.

Pertumbuhan rental play station di sekitar kampus semakin menjamur. Tentu saja. Pengusaha rental play station semakin berjaya karena banyaknya mahasiswa yang mengantri untuk mendapatkan giliran “berkencan” dengan play stationnya. Mulai dari pagi hingga dini hari, rental play station tidak akan pernah sepi. Ramai pengunjung yang 90 persennya adalah mahasiswa.

Mereka menghabiskan banyak waktu mereka untuk berperang dalam rental play station tetapi mereka tidak tahu segelintir rekan-rekannya berjuang melawan musuh-musuh nyata bangsa, koruptor misalnya. Mereka bersedia merusak mata mereka dengan terus-menerus menatap layar kaca tanpa pernah menggunakan nikmat tuhan itu untuk memperhatikan kondisi kampus dan negaranya. Mereka mampu merogoh kocek dalam-dalam untuk sekedar memenangkan permainan balap motor dengan berhayal sebagai Valentino Rossi tanpa sekalipun ikut menyumbangkan peluhnya dalam aksi-aksi segelintir rekan-rekannya dalam membangun bangsa.

Pandangan masyarakat kepada mahasiswa sebagai agen perubahan tidak akan berubah dengan adanya mahasiswa-mahasiswa pecandu game ini. Mahasiswa tetap akan menjadi agen perubahan. Hanya saja, bersediakah mereka menyandang nama sebagai mahasiswa tanpa tahu apa yang akan mereka rubah. Bersediakah mereka hanya menjadi mahasiswa tanpa gelar the agent of change. Tidakkah mereka menyayangkan waktu yang terbuang di rental play station itu padahal seharusnya mereka menyiapkan diri menjadi penerus bangsa. Hanya mahasiswa yang bersahabat dengan play station-lah yang bisa menjawabnya. * (Dan Azed)

(* Pernah dimuat di harian Singgalang Edisi Minggu, rubrik Critical U)

Selasa, 12 April 2011

Aktivis Dakwah bertanda kutip

Kok sebagian kader dakwah masih sibuk mendakwahi "kader dakwah" itu sendiri???

Pertanyaan di atas adalah sebuah post di grup FB lembaga dakwah kampus yang membesarkanku, FKPWI. Banyak postingan-postingan sebelumnya yang bagus-bagus dan menarik, tetapi biasanya peranku hanya sebatas "like" saja. Entah kenapa ketika membaca postingan ini hatiku tergerak untuk ikut berkomentar. Berikut komentarku.

Jika pertanyaannya kalimat tanya di atas, maka jawabannya karena kedua kader dakwah yang disebut di atas memang berbeda. Yang satu tidak pakai tanda kutip, yang satu lagi, alias yang didakwahi, pakai tanda kutip.

Mungkin, yang pakai tanda kutip itu adalah orang-orang yang menyandang gelar kader dakwah sebatas gelar saja, teori dan prakteknya gak jalan.



Bergelar sebagai kader dakwah tapi target amalan harian sebagai seorang ADK nggak pernah tercapai. shalat sekedar shalat, kadang lalai juga. Tilawah sekedarnya. hapalan al-quran masih trikul tapi nasyid hapal semua. Shalat tahajud malas, duha nggak sempat, dll.

Bergelar ADK tapi prilaku jahiliyah masih dipertahankan. Sama lawan jenis sesama ADK jaga pandangan, sama teman2 non ADK PDKT, bahkan pacaran. Ada yg menjaga dengan rapi agar nggak ketahuan tapi ada juga yang terang-terangan.

Bergelar ADK tapi halaqoh nggak jalan, ta'limat selalu diabaikan, pengajian2 seperti tarbiyah ruhiyah, tarbiyah tsaqofiyah, dsb tak pernah ikutan. Alasannya, ribuan.

Astagfirulahal'adzim..

Semoga kita termasuk ADK yg nggak pakai tanda kutip.
Semoga ADK yang pakai tanda kutip dibukakan pintu hidayah yang lebih lebar agar bisa melepas tanda kutipnya.
Semoga kita semua istiqomah dan kembali sewajihah di surga dg rasulullah sebagai ketumnya.
Amien..

Wallahu'alam bis shawab.