Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 April 2011

Kumpulan Tausiyah Singkat

Beberapa tausiyah singkat berupa kata-kata mutiara dari Al-Qur'an dan hadist, serta kata-kata bijak dari orang-orang hebat.

Semoga bermanfaat.


  • Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar (QS.AlAnkabut(29) ; 45)
  • “Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 804]
  • “Akan didatangkan Al-Qur`an pada Hari Kiamat kelak dan orang yang rajin membacanya dan senantiasa rajin beramal dengannya, yang paling depan adalah surat Al-Baqarah dan surat Ali ‘Imran, keduanya akan membela orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 805]
  • “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya.” [Al-Bukhari 5027]
  • “Yang membaca Al-Qur`an dan dia mahir membacanya, dia bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan yang membaca Al-Qur`an namun dia tidak tepat dalam membacanya dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala.” [Al-Bukhari 4937, Muslim 244]
  • “Perumpaan seorang mu`min yang rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Al-Atrujah : aromanya wangi dan rasanya enak. Perumpamaan seorang mu`min yang tidak membaca Al-Qur`an adalah seperti buah tamr (kurma) : tidak ada aromanya namun rasanya manis. Perumpamaan seorang munafiq namun ia rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Raihanah : aromanya wangi namun rasanya pahit. Sedangkan perumpaan seorang munafiq yang tidak rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Hanzhalah : tidak memiliki aroma dan rasanya pun pahit.” [Al-Bukhari 5427, Muslim 797]
  • “Sesungguhnya Allah Swt dengan Al-Qur`an ini mengangkat suatu kaum, dan menghinakan kaum yang lainnya.” [HR. Muslim 269]
  • "Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf; tetapi alif satu huruf; lam satu huruf dan mim satu huruf. " (HR. At-Tirmidzi)
  • "Orang yang membaca Al-Qur'an dengan mahir adalah bersama para malaikat yang mulia lagi taat, sedangkan orang yang membaca Al-Quran dengan tergagap dan susah membacanya baginya dua pahala. " (Hadits Muttafaq 'Alaih).
  • “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula).” (QS. Al AhQaaf 46:15)
  • “Manusia itu mengikut agama kawannya. Maka hendaklah diperhatikan siapa yang hendak dijadikan sebagai kawannya.” (HR Tirmidzi)
  • Orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (al-Baqarah: 277)
  • Rasulullah saw. bersabda, “Orang yang paling aku benci dan yang paling jauh majelisnya dari aku pada hari kiamat adalah orang yang banyak omong, yang membuat dan bicara seenaknya, serta yang menyombongkan diri (angkuh).” (HR Ahmad, Ibnu Hibban, Abu Nuaim)
  • Apa yang diperintahkan Rasul kepadamu maka laksanakanlah. Dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah. (Q.S. Al-Hasyr : 7)
  • “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Al Mu’min: 60)
  • “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS Ibrahim : 7)”
  • “Hai orang-orang yang beriman bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (diperbatasan negerimu) dan bertawakalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (QS Al Imran 200)
  • “Bencana seorang hamba adalah jika ia telah merasa puas dengan pengetahuannya, serta puas dengan kebaikan yang dapat ia lakukan.” (Abu AMr Ismail bin Najid rahimahullah)
  • “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
  • " Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir tumbuh seratus biji. Dan Allah melipat gandakan bagi siapa saja yang Dia kehendaki . . . " (QS. Al Baqarah 261)
  • Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak bisa mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah dicari (Ali Bin Abi Thalib)
  • Orang yang terlalu memikirkan akibat dari sesuatu keputusan atau tindakan, sampai kapanpun dia tidak akan menjadi orang yang berani. (Ali Bin Abi Thalib)
  • Orang-orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal, kepercayaan, cinta, dan rasa hormat.
  • (Ali Bin Abi Thalib)
  • Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. (Ali Bin Abi Thalib)
  • Perkataan sahabat yg jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi dari nenek moyang. (Ali Bin Abi Thalib)
  • Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dikeluarkan tapi ilmu bertambah bila dikeluarkan. (Ali Bin Abi Thalib)
  • Tukang mengadu domba dan tukang bohong dalam waktu sesaat bisa merusak masyarakat, padahal bila tukang sihir yang melakukannya ia akan butuh satu tahun.
  • “Katakanlah, apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS. Az Zumar: 9)
  • “Dunia ini terlaknat, dan terlaknat pula semua yang ada di dalamnya, kecuali mengingat Allah dan siapa saja yang menolong-Nya, orang yang memiliki pengetahuan, dan penuntut ilmu.” (HR. Tirmidzi)
  • Membaca itu adalah kunci dari segala ilmu. Tapi membaca hanya akan memberi makna dan kebaikan dalam kehidupan manusia jika ia dilakukan sesuai dengan petunjuk Allah: Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan.
  • ” Pahlawan sejati adalah orang yang dapat memanfaatkan setiap momentum kepahlawanan “(Anis Matta)
  • ” Barang siapa yang tidak menyibukan diri dalam kebaikan niscaya ia akan disibukan dalam keburukan “
  • Kreatifitas, kegigihan dan keuletan dalam melakukan percepatan diri adalah kunci sukses karya besar orang-orang biasa dalam meluarbiasakan dirinya ” (Solikhin Abu Izzudin, ZERO to HERO)
  • ” Para pemenang berfikir tentang apa yang dapat mereka lakukan, orang yang gagal berfikir terus tentang apa yang tidak dapat mereka dan seharusnya mereka lakukan ”(Trutsco, p.81)
  • Barang siapa memelihara ketaatan kepada Allah dimasa muda dan masa kuatnya, maka Allah akan memelihara kekuatannya disaat tua dan saat kekuatannya melemah. Ia akan tetap diberikan kekuatan pendengaran, penglihatan, kemampuan berfikir dan kekuatan akal ”(Ibnu Rajab)
  • Barang siapa mengenal dirinya maka sungguh dia akan mengenal Tuhannya ” (Ali bin Abi Thalib)
  • Kenyataan hari ini adalam mimpi hari kemarin, dan mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari (Hasan Al Banna)
  • Manusia dinilai berdasarkan perbuatan mereka. Kebesaran jiwa mereka yang menentukan karya besar mereka memang besar. Di mata orang-orang kerdil, masalah-masalah sepele menjadi besar, bagi yang berjiwa besar masalah-masalah besar terlihat kecil
  • Orang yang melewati satu hari dalam hidupnya tanpa ada satu hak yang ia tunaikan atau suatu fardhu yang ia lakukan atau kemuliaan yang ia wariskan atau kebaikan yang ia tanamkan atau ilmu yang ia dapatkan, maka ia telah durhaka pada harinya dan menganiaya terhadap dirinya (Dr. Yusuf Al Qaradhawi, Al Waktu fi Hayatil Muslim, hal. 13)
  • Berapa banyak amal yang remeh menjadi besar gara-gara niat, dan berapa banyak amal yang besar menjadi remeh gara-gara niat. (Abdullah bin Mubarak)
  • Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki sesuatu, tetapi kita akan terlambat jika kita merasa terlambat untuk memperbaiki sesuatu itu.
  • ” Tahun ibarat pohon, bulan-bulan laksana cabangnya, hari-hari sebagai rantingnya, jam-jam sebagai daunnya dan nafas kita sebagai buahnya. Barang siapa yang nafasnya selalu dalam ketaatan, maka orang itu telah menanam pohon yang baik.” (Ibnul Qayyim, Al Fawaid, hal. 164)
  • ” Hari-hari adalah lembaran baru untuk goresan amal perbuatan, jadikanlah hari-harimu sarat dengan amalan yang terbaik, kesempatan itu akan segera lenyap secepat perjalanan awan, dan menunda-nunda pekerjaan adalah tanda orang yang merugi, dan barang siapa bersampan kemalasan, ia akan tenggelam bersamanya.” (Ibnul Jauzy, Al Muhdisy, hlm. 382)
  • ” Misi yang ideal adalah misi yang terkait bagaimana kelak kita akan bertemu dengan Allah swt. Itulah tujuan hidup yang sesungguhnya ” (Anis Matta)
  • ” Kemauan adalah tenaga jiwa. Karena merupakan tenaga jiwa, kemauan tidak dapat berdiri sendiri. Tenaga jiwa akan kuat apabila selalu dipupuk dengan baik seperti halnya tenaga fisik kita. Tenaga fisik kita akan kuat jika dipelihara dan dibangun dengan baik ” (Anis Matta)
  • ” Akar yang paling dalam dari kepribadian seseorang ada pada pikirannya. pikiran itu seperti tanah. Bibit yang anda tanam didalamnya adalah motivasi dan yang tumbuh dari bibit tersebut adalah perilaku. Anda tidak dapat menanam sembarang bibit pada sembarang tanah. Anda harus mengapeling terlebih dahulu tanahnya dan mengetahui tanaman apa yang cocok untuk pikiran seperti itu ”(Anis Matta)
  • ” Ilmu itu seperti bangunan, jika pondasi yang anda bangun hanya cocok untuk membangun bangunan dua lantai, Anda tidak dapat membangun menjadi tiga lantai ” (Anis Matta)
  • “ Agar semangat, mulailah hari anda dengan doa dan keceriaan”
  • “ Orang yang paling gila sesungguhnya adalah orang yang paling meremehkan Tuhannya”
  • Kekurangan dan kelebihan seseorang akan tampak jika kita terus-menerus menginstropeksi diri. (Imam Ibnu al-Jauzy)
  • Janganlah berputus asa karena ia bukan akhlak kaum muslimin. Hakikat hari ini adalah impian hari kemarin, dan impian hari ini adalah kenyataan hari esok. Kesempatan masih luas dan unsur-unsur kebaikan masih kuat dan besar dalam jiwa kalian yang mukmin, meskipun tertutupi oleh berbagai fenomena kerusakan. Yang lemah tidak selamanya lemah, dan yang kuat tidak selamanya menjadi kuat. (Imam Hasan al-Banna)
  • “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa melihat apa yang ia lakukan untuk hari esok. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian lakukan.” (QS. Al-Hasyr: 18)
  • Andaikata jiwa terus sadar dan waspada, maka ia akan terus melakukan yang terbaik. Jika tidak, maka ia akan terjebak pada perasaan bangga, ketakaburan, dan sikap meremehkan orang-orang lain. Akhirnya, ia akan berkata, “Aku telah memiliki segalanya, aku berhak untuk berbuat apa saja!” Orang seperti itu akan membiarkan hawa nafsunya terjun ke dalam dosa-dosanya. Padahal, kalau saja ia berdiri di pantai kerendahan hati dan jiwa pengabdian pada Allah, akan selamatlah ia. (Imam Ibnu al-Jauzy).
  • Kendala pertama yang dihadapi oleh orang yang menuju Allah adalah kendala ilmu (Imam al-Ghazali)
  • Keberanian yang terpuji adalah didasari ilmu dan perhitungan, bukan nekat dan ngawur. Karena itu, orang yang kuat dan perkasa adalah orang yang mampu mengendalikan diri ketika marah hingga dapat melakukan yang mengandung kemaslahatan dan meninggalkan yang tidak mengandung maslahat. Sedangkan orang yang emosional bukanlah pemberani dan juga bukan orang kuat. (Imam Ibnu Taimiyah)
  • Jika seseorang datang ke sebuah majelis, hendaknya ia hadir bukan karena lapar, tetapi atas niat dan motivasi yang baik dan harus melupakan niatan-niatan duniawi. Saat itulah hatinya dapat menerima nasehat-nasehat, sehingga ia sadar atas apa yang pernah diperbuatnya dan tertarik untuk melakukan apa yang diketahuinya baik. Ia akan bangkit di atas perahu makrifat-nya. Saat itulah hati mulai sadar atas perbuatan-perbuatan buruk yang pernah dilakukannya, sehingga ia menyesal dan keingintahuannya semakin bertambah besar. (Imam Ibnu al-Jauzy)
  • Kebohongan berawal dari jiwa, lalu merembet pada lisan dan merusak perkataan. Kemudian merembet pada anggota badan dan merusak segala perbuatan. Dan akhirnya kebohongan itu menyelimuti perkataan, perbuatan, dan segala keadaan. (Imam Ibnul Qayyim)
  • Akibat Cinta Dunia: Sesungguhnya dunia ini hanyalah untuk dilalui dan bukan untuk diramaikan. Hal itu tentunya telah Anda ketahui dan pahami. Apa yang dicapai oleh orang-orang yang sangat cinta dunia hanyalah akan menyakitkan badan dan merusak agamanya. Jika Anda tahu akan hal itu, kemudian Anda meratapi hilangnya sesuatu yang tidak sepatutnya Anda miliki, maka kesedihan itu akan menyiksa Anda, karena kelak Anda akan mengetahui maslahat di balik kehilangan itu. Bersabarlah menerima kesedihan itu sebagai balasan kini, agar Anda selamat dari siksa yang datang kemudian. (Imam Ibnu al-Jauzy)
  • Sesungguhnya, apa yang disebut berjuang melawan hawa nafsu adalah laksana berjuangnya orang sakit yang cerdik. Ia bersabar untuk meminum obat meskipun enggan, karena berharap dirinya sehat. Ia mau berpahit-pahit dan memakan makanan yang sesuai dengan anjuran dokter dan tidak menuruti hawa nafsunya untuk mengkonsumsi apapun yang akan membuatnya menyesal, karena akan tidak diperbolehkan makan selamanya. (Imam Ibnu al-Jauzy)
  • Berinteraksi dengan al-Quran: Kenikmatan hidup di bawah naungan al-Quran tak bisa dirasakan kecuali oleh orang yang langsung menjalaninya. (asy-Syahid Sayyid Quthb)
  • Betapa banyak manusia yang menyembunyikan apa yang tidak Allah ridhai, lalu Dia membongkarnya setelah beberapa lama. Barangkali mereka terperangkap dalam sebuah bencana yang membuat apa yang tersembunyi selama ini menjadi tersingkap di mata manusia. Semua yang terjadi seolah menjadi jawaban terhadap semua dosa yang selama ini pernah mereka lakukan. Manusia harus sadar bahwa ada Zat Yang Maha Membalas perbuatan dosa. Manusia pun harus sadar bahwa tiada berguna dinding yang ia jadikan benteng untuk bersembunyi. Ia pun harus tahu bahwa amal-amalnya tak akan sirna begitu saja laksana debu yang ditiup angin. (Imam Ibnu al-Jauzy)
  • Hal-hal yang haram memang tampak begitu manis. Akan tetapi, di balik itu semua ada celaka yang berujung pada siksaan dan hinaan di dunia dan akhirat. (Imam Ibnu al-Jauzy)
  • Orang yang paling tertipu ialah mereka yang selalu melanggar apa yang Allah benci, namun mereka selalu memohon kepada-Nya agar dikaruniai apa yang mereka sukai dan kehendaki. Orang yang lemah ialah orang yang mengikuti hawa nafsunya, namun tetap mengharapkan ampunan dan kebaikan dari Allah. (Imam Ibnu al-Jauzy)
  • Maksiat ibarat makanan yang ditelan oleh orang yang lapar, namun ia tak pernah merasa kenyang, malah membuatnya semakin lapar. (Imam Ibnu al-Jauzy)
  • Hukuman paling pertama bagi orang yang berbohong dari kebohongannya adalah dia tetap dianggap bohong ketika ia bersikap jujur. (Imam Abdullah bin al-Mubarak)
  • Dosa terburuk yang akan berujung pada siksaan maha berat ialah terus-menerus berbuat dosa. Sang pelaku kemudian berpura-pura istighfar, berpura-pura shalat, dan memperbanyak ibadah. Ia mengira bahwa kepura-puraan itu berguna bagi dirinya. (Imam Ibnu al-Jauzy)
  • Tatkala seorang hamba hanya baik kepada makhluk tetapi tidak baik kepada Sang Khaliq, akan terbaliklah keadaan dirinya. Yang memujanya akan mencelanya. (Imam Ibnu al-Jauzy)
  • Tidaklah seseorang memiliki panjang angan-angan, melainkan amalnya menjadi buruk. (Imam Hasan al-Bashri)
  • Anda akan merasakan bahwa mengendalikan hawa nafsu memiliki kenikmatan-kenikmatan yang tiada terkira. Kenikmatan itu akan semakin terasa ketika nafsu semakin kuat dan keras ditekan. Orang yang bisa mengatasi gejolak hawa nafsunya pantaslah dimuliakan dan disebut pemenang. Sebaliknya, seseorang yang dikalahkan hawa nafsunya menjadi pecundang yang sangat hina. (Imam Ibnu al-Jauzy)
  • Hendaklah Anda ingat, tatkala Anda bisa menekan hawa nafsu, akan banyak hikmah dan keselamatan yang Anda peroleh dari kekuatan kesabaran dalam menghadapi gejolak nafsu. (Imam Ibnu al-Jauzy)
  • Rasanya ada orangtua yang tidak lagi dihormati di masa tuanya, hingga ia merasa begitu resah. Ia tidak tahu bahwa hal itu diakibatkan dosa-dosanya di masa muda. Jika Anda melihat suatu siksaan menimpa, ketahuilah bahwa itu diakibatkan oleh dosa-dosa. (Imam Ibnu al-Jauzy)
  • “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?" (QS. Al-Mu’minuun, 23:115)
  • “Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan, “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini." (QS. Al-Fajr, 89:23-24)
  • ”Ikutilah kejelekan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapuskannya, dan pergaulilah orang lain dengan akhlak yang baik.”
  • Jangan biarkan hari berlalu tanpa diisi dengan hikmah al Quf’an, ambil dan resapi hingga kelubuk hati, amalkan dan sebarkan.
  • Iman adalah ucapan dengan lisan , keyakinan dengn hati , dan amalan dengan anggota badan.iman juga adalah ucapan dan amalan bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.
  • Sesungguhnya orang – orang mukmin itu adalah orang yang apabila di sebut nama Allah gemetarlah hati mereka,dan bila dibacakan kepada mereka ayat – ayat Nya bertambahlah iman mereka,dan mereka hanya bertawakal kepadaRabbnya. ( QS. Al – Anfal ayat 2 – 4 )
  • Orang yang bisa mengalahkan syahwat dan amarahnya maka setan akan takut walau hanya bayangannya. Namun barang siapa dikalahkan oleh syahwat dan amarahnya,dia akan takut dengan khayalannya.
  • Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin kelak di hari kiamat daripada budi pekerti yamg baik . Dan sungguh allah membenci orang yang suka berkata keji , berucap kotor /jelek. (Hr. At – Tirmidzi )
  • Iman itu memiliki 60 cabang . cabangnya yang paling utama adalah ucapan ‘ laa ilaaha illallah ‘ dan cabangnya yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan , dan sifat malu itu juga adalah bagian dari iman. (Hr. Muslim, { dari sahabat Abu Hurairah } )
  • Kalau seandainya orang yang lewat di depan orang yang sedang shalat mengetahui apa yang akan menimpanya (begitu besar dosanya), niscaya ia akan memilih berdiri selama 40 tahun karena itu lebih baik baginya dari pada lewat di depan orang yang sedang shalat .
  • Shalatlah seperti shalat orang yang hendak meninggal, yakni seakan – akan engkau melihat Allah, jika engkau tidak mampu melihat- Nya maka sesungguhnya Allah melihatmu.
  • Hiasilah Al – Qur ‘ an dengan suara – suara kalian. (Karena suara yang indah lagi merdu akan menambah keindahan Al – Qur ‘ an).
  • Segala urusan yang tidak dimulai dengan Bismillahirahmaanirrohiim maka terputuslah berkahnya (Hadits Nabi)
  • Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu mengubah apa yang ada dalam diri mereka (Q.S. Ar-Ra’d ayat 11)

Selasa, 12 April 2011

Aktivis Dakwah bertanda kutip

Kok sebagian kader dakwah masih sibuk mendakwahi "kader dakwah" itu sendiri???

Pertanyaan di atas adalah sebuah post di grup FB lembaga dakwah kampus yang membesarkanku, FKPWI. Banyak postingan-postingan sebelumnya yang bagus-bagus dan menarik, tetapi biasanya peranku hanya sebatas "like" saja. Entah kenapa ketika membaca postingan ini hatiku tergerak untuk ikut berkomentar. Berikut komentarku.

Jika pertanyaannya kalimat tanya di atas, maka jawabannya karena kedua kader dakwah yang disebut di atas memang berbeda. Yang satu tidak pakai tanda kutip, yang satu lagi, alias yang didakwahi, pakai tanda kutip.

Mungkin, yang pakai tanda kutip itu adalah orang-orang yang menyandang gelar kader dakwah sebatas gelar saja, teori dan prakteknya gak jalan.



Bergelar sebagai kader dakwah tapi target amalan harian sebagai seorang ADK nggak pernah tercapai. shalat sekedar shalat, kadang lalai juga. Tilawah sekedarnya. hapalan al-quran masih trikul tapi nasyid hapal semua. Shalat tahajud malas, duha nggak sempat, dll.

Bergelar ADK tapi prilaku jahiliyah masih dipertahankan. Sama lawan jenis sesama ADK jaga pandangan, sama teman2 non ADK PDKT, bahkan pacaran. Ada yg menjaga dengan rapi agar nggak ketahuan tapi ada juga yang terang-terangan.

Bergelar ADK tapi halaqoh nggak jalan, ta'limat selalu diabaikan, pengajian2 seperti tarbiyah ruhiyah, tarbiyah tsaqofiyah, dsb tak pernah ikutan. Alasannya, ribuan.

Astagfirulahal'adzim..

Semoga kita termasuk ADK yg nggak pakai tanda kutip.
Semoga ADK yang pakai tanda kutip dibukakan pintu hidayah yang lebih lebar agar bisa melepas tanda kutipnya.
Semoga kita semua istiqomah dan kembali sewajihah di surga dg rasulullah sebagai ketumnya.
Amien..

Wallahu'alam bis shawab.


Senin, 14 Februari 2011

Renungan Calon Petani Berjaya


Judul asli: Merenung di pematang sawah yang telah kucangkuli seminggu ini...

Keterangan singkat :) ... Catatan ini kutulis di malam terakhir ujian semesterku di semester 7. Langsung kutulis di akun "bukumuka" dengan mentag teman-teman... Alhamdulillah banyak yang suka dan termotivasi...

Kuawali kisah ini dalam statusku 3 Januari 2011.

"kata guruku di sekolah dulu, energi yang dipakai untuk ujian itu sama dengan energi yang dipakai petani tuk mencangkul di sawah. Hari ini ada 2 ujian, berarti dua petak sawah kucangkuli, tapi satunya take home exam, berarti energinya sama dengan menjemur benih di halaman rumah. hmm... ^_* "


Hari itu adalah hari pertamaku mencangkul sawah, prosesnya tak begitu susah karena untuk sawah yang ini aku tak perlu menyiapkan energi yang terlalu besar. Asal ada hasrat untuk mengayunkan cangkul, sawah yang ini akan menghasilkan padi yang sempurna dimasa panen nanti.


Sayangnya, semakin hari sawah yang harus kucangkuli semakin keras saja tanahnya. Ditambah lagi dengan banyaknya godaan yang membuatku malas mengasah mata cangkulku. Hasilnya, di hari ketiga, ini dia rangkaian kalimat yang mengisi space statusku, Rabu 5 Januari 2011.

"Garapan sawah hari ini kurang baik. Selain karna memang tanahnya keras, cangkulku juga kurang tajam. Tapi, teteup...Harapan itu akan selalu ada. Semoga hasil panennya tetap memuaskan, Amien.."

Status itu benar-benar menggambarkan karakter asliku, damai dengan keadaan, hadapi dengan senyuman, dan dengan penuh keyakinan aku percaya, harapan itu selalu ada.


Hari ini, kamis 6 januari 2011, usahaku mencangkuli sawah terakhir benar-benar parah. Aku tahu, petak sawah yang ini adalah petak sawah yang sangat penting untuk masa depanku menjadi petani berjaya, tapi aku tak pernah mau tahu dengan cangkulku yang benar-benar sudah tumpul matanya. Selain itu aku juga lupa, sawah ini akan menguras banyak energiku yang mulai tak berdaya. Begitu banyak batu yang harus kuhindari saat mencangkul sawah ini. Dengan cangkul yang tumpul dan energi yang tak mengepul, kuayunkan cangkulku dengan terpaksa.


Sayang sekali, ayunan cangkulku mengenai sebuah batu. Ya Allah, cangkulku patah, memantul melukai wajahku. Untunglah, tak mengenai mata dan bibirku. Sehingga, Alhamdulillah aku masih bisa menatap dunia lewat jendela, dan tersenyum padanya. Aku tak langsung pulang ke rumah, kusempatkan diri untuk merenung di pematangnya sembari melihat rekan-rekan seperjuanganku mencangkuli sawah mereka.


Dalam renunganku, aku sesali kelalaianku yang tak perhatian pada cangkulku. Hanya saja, satu hal selalu menggerogoti pikiranku, kapankah sebuah penyesalan itu akan memberi semangat baru untukku? Orang bilang, menyesal kemudian tidak berguna. Bagiku, menyesal tanpa berubah, buang-buang waktu saja. Lalu, karna tak yakinnya aku dengan hasrat untuk berubah, aku pilih untuk tidak menyesal saja. Lets gone be by gone, yang lalu biarlah berlalu. Kucoba menghibur diri dengan pepatah itu tetapi kali ini pepatah itu tak bekerja. Suasana hatiku tetap merana. Merana karena luka di wajahku yang tak begitu indah dan merana memikirkan hasil panen sawah yang begitu berharga ini.


Sawah ini kawan, hasil panennya kan menentukan masa depanku dalam meraih cita tuk menjadi petani berjaya. Sempurnanya panenan sawah yang satu ini akan membuatku mantap untuk terus maju meraih cita. Keberhasilan hasil panen sawah ini juga kan memberiku peluang untuk mendapatkan sawah yang lebih besar untuk 6 bulan berikutnya. Ya Rahmaan... baguskanlah hasil panenku dimusim ini, Amien...


Dalam renunganku, tak kuat rasanya membendung air mata. Ingin sekali kutumpahkan suasana hati ini pada para sahabat di sana. Sayang, mereka juga harus berusaha mencangkul petak sawah yang mereka punya. Aku tak mungkin mengganggu waktu mereka yang berharga. Biarlah, kusimpan sedih di dalam hati, kubungkus duka di dalam jiwa.


Dalam perjalanan pulang, rerumputan membantuku menghilangkan lara. Ia katakan padaku, harapan itu selalu ada. Aku kembali sadar, aku tak hanya punya satu cita. Citaku tak hanya ingin menjadi petani berjaya. Aku punya segudang cita untuk ikut merenovasi dunia. Ku kan tetap berdoa dan tawakal agar tercapainya citaku menjadi petani berjaya, dan ku akan berusaha menggapai mimpi-mimpi selanjutnya dan mulai berkarya.


Setiba di rumah, kuputuskan untuk pergi ke kota untuk mengunjungi toko buku ternama. Kebetulan ada dua sahabat yang telah selesai menggarap sawah mereka, kami ke kota bersama. Kunjungan ini adalah bentuk rasa syukurku karna masih bisa memandang dunia lewat jendelanya dan sebagai cara tuk menyapu bersih jejak duka yang masih tersisa.


Subhanallah, Allah Maha Bijaksana. Di salah satu toko buku ternama, potongan harga sedang marak-maraknya. Tak kusia-siakan kesempatan ini. Aku ambil semua jendela dunia yang akan menerangi jalanku untuk menggapai mimpi selanjutnya.


Semoga semua mimpi dan cita-citaku bisa terwujud menjadi nyata,begitu juga denganmu kawan. Semoga kita semua sukses di dunia dan di kampung akhirat sana, Amien Ya Rabbal Alamin...

Innallaha ma'ana, sesungguhnya Allah selalu bersama kita.


Kawan, terima kasih sudah sudi membaca catatanku yang tak indah dan tak tertata ini. Aku bukan penulis ternama, tapi tak ada salahnya kan, membaca curahan hati seorang teman yang sedang merana? Jika kawan suka, terimakasih yang sebesar-besarnya. Jika kawan bersedia, aku menunggu kritik dan sarannya.


Salam ukhuwah berbalut cinta.


Yaumul Jumu'ah, 7 Januari 2011.

3. 48 am di wismaku tercinta.


Jumat, 11 Februari 2011

Birrul walidain

Awalnya, liburan ini akan aku isi dengan birrul walidain plus, plus... Yup, berbakti kepada kedua orang tua. Sekarang, liburan panjang akhir semester 7 ini akan berakhir, dan aku sangsi dengan keberhasilan tujuan awalku itu. Aku bukan anak yang baik, padahal orang tuaku adalah orang tua nomor satu dan juara umum di seluruh dunia, mengalahkan posisi ayahnya Ikal di Laskar Pelangi.

Hari ini, atau tepatnya kemaren karena aku menulis ini pada pukul 1.20 am tanggal 12 Februari 2011, Mama memberiku tugas mengetik naskah pidato untuk siswanya. Deg... judul pidatonya sangat cocok dengan apa yang sedang mengganggu pikiranku, Berbuat baik kepada kedua orang tua dan Hormat kepada kedua orang tua. Meskipun naskahnya begitu sederhana, maklum... naskah ini untuk pildacil, tapi sangat mengena dan bermakna.

Ini dia naskahnya;

Berbuat baik kepada orang tua

· Setiap manusia harus menyadari bahwa keberadaanya di atas dunia ini disebabkan karena adanya orangtua. Hanya yang tidak mempunyai orang tua adalah nenek kita nabi Adam dan Siti Hawa. Sedangkan nabi Isa memang tidak memiliki ayah namun memiliki ibu yang bernama Maryam.

· Tidak dapat kita pungkiri bahwa orang tua kita telah berusaha sekuat tenaga dan mencurahkan segala daya upaya untuk memelihara dan mendidik putra-putrinya agar kelak menjadi manusia yang berguna bagi bangsa, Negara dan agama.

· Cobalah kita bayangkan bagaimana perjuangan orang tua dalam melaksanakan tanggung jawabnya. Seperti ibu kita, yang telah mengandung, melahirkan, dan menyusui, serta memelihara kita siang dan malam tanpa mengenal letih dan lelah dan selalu mengalah agar keinginan anaknya terpenuhi.

· Demikian juga sang ayah yang bekerja membanting tulang di berbagai lapangan kehidupan. Seperti di kantor, di pasar, di jalan raya, di sawah, dan di lading yang kadang-kadang menghadang panasnya terik matahari atau hujan lebat yang turun dari langit.

· Berdasarkan hal yang demikian agama Islam mewajibkan kita untuk berbuat baik kepada kedua orang tua kita sebagaimana firman Allah yang terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 83 yang berbunyi

وَ إِذْ أَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ لاَ تَعْبُدُوْنَ إِلاَّ اللهَ وَ بِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً

Artinya:

Kamu sekalian tidak dibenarkan beribadah selain kepada Allah dan terhadap kedua orang tua hendaklah selalu berbuat baik.

· Berbuat baik kepada orang tua antara lain adalah bagaimana kita berusaha untuk menyenangkan hati ibu bapak kita dan menjauhi segala perbuatan yang tidak mereka sukai. Kemudian selalu mendoakannya agar rahmat dan kasih sayang Allah senantiasa tercurah kepada orang tua sebagaimana doa yang telah diajarkan oleh guru-guru kita.

doa6.jpg

Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku. Sayangilah mereka keduanya sebagaimana mereka mendidikku di waktu kecil.

· Seandainya ada diantara kita orang yang durhaka pada orang tua kita, sudah jelas akan mengundang kemarahan Allah, di dunia kita akan hidup sengsara, di alam barzah akan menderita, dan diakhirat nanti kita akan merasakan siksaan azab neraka.

· Sudah banyak contoh yang diceritakan ibu guru kita bagaimana nasibnya orang yang durhaka pada orang tua, seperti AlQamah yang mengalami kesakitan yangtak tertahankan sewaktu akan menghadapi kematiaanya. Begitu juga Malin kundang disebabkan durhaka kepada ibunya, akhirnya dia berubah menjadi batu.

· Dari uraian pidato pendek ini dapatlah disimpulkan bahwa seorang anak wajib berbuat baik kepada orangtuanya dan berdosa besar apabila ada yang durhaka.

· Akhirnya saya mengajak kepada kita semua, marilah kita menjadi anak yang shaleh, taat beribadah kepada Allah, dan selalu berbuat baik kepada kedua orang tua kita.

dan;


Hormat kepada kedua orang tua

· Setiap kita yang hadir pasti mempunyai orang tua yaitu ayah dan ibu. Naum, ada orang tua kita yang masih hidup dan ada pula yang telah meninggal dunia.

· Maka dari itu hendaklah setiap kita menyadari bahwa orangtua telah berusaha sekuat tenaga untuk memelihara, mendidik dan membesarkan kita.

· Bagaimanapun seorang anak membalas jasa orang tuanya, pasti tidak akan terbalas karena begitu banyak pengorbanan yang telah diberikan orang tua semenjak seorang anak berada dalam kandungan ibunya.

· Oleh karena itu, sangat pantas bagi kita untuk senantiasa menghormati kedua orang tua kita dan selalu berbuat baik kepada keduanya sebagaimana firman Allah yang terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-baqarah ayat 83:

وَ إِذْ أَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ لاَ تَعْبُدُوْنَ إِلاَّ اللهَ وَ بِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً

Artinya,

Dan tuhanmu telah memerintahkan agar kamu tidak beribadah kecuali hanya kepadanya dan terhadap kedua orang tua hendaklah kamu berbuat baik.

· Apabila seseorang durhaka kepada kedua orang tuanya, tentu saja akan membuat Allah marah kepadanya dan membuat sengsara dalam kehidupan dunia serta mendapat siksa di akhirat nanti.

· Untuk menghormati orang tua hendaklah kita selalu menyenangkan hatinya seperti berkata lembut, melaksanakan seruannya dengan segera, turut menyelenggarakan jenazahnya jika orangtua kita meninggal dunia.

· Dalam kesempatan yang berharga ini saya mengajak rekan-rekan untuk menjadikan diri kita menjadi anak yang shaleh yang selalu mendoakan orangtua karena doa anak yang shaleh akan dikabulkan Allah SWT.

Diantara doa yang senantiasa kita ucapkan adalah

doa6.jpg

Wahai tuhanku, ampunilah dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orang tuaku, sayangilah keduanya sebagaimana keduanya telah mendidikku sewaktu kecil.

· Jangan ada secercah niatpun diantara kita untuk menyakiti hati dan jasmani orangtua kita apalgi membunuh salah satu atau keduanya karena perbuatan semacam itu akan mengakibatkan kita masuk neraka.

· Apabila dalam perjalanan hidup kita pernah mendurhakai orang tua seperti berkata kasar, bersikap angkuh, dan memandang enteng setiap suruhannya, maka cepat-cepatlah kita minta maaf kepada orang tua kita, dan mohonlah selalu doa dan keridhaan agar kita selamat di dunia dan akhirat, karena ridho allah itu terletak pada ridho kedua orang tua.

Semoga bermanfaat...