Selasa, 28 Agustus 2012
VMJ versi orang bodoh
Jumat, 11 Mei 2012
Berkarya Mari Berkarya
Rabu, 07 Maret 2012
Tradisi Alif
![]() |
| http://www.idebagusku.com/koleksi-gambar-muslimah-idkawanimut |
Senin, 02 Januari 2012
Meaning of Friendship (2)
Abraham Lincoln
Am I not destroying my enemies when I make friends of them?
Aristotle
What is a friend? A single soul dwelling in two bodies.
Ben Jonson
True friendship consists not in the multitude of friends, but in their worth and value.
Blaise Pascal
Few friendships would survive if each one knew what his friend says of him behind his back.
C. S. Lewis
Friendship is born at that moment when one person says to another: “What! You, too? Thought I was the only one.”
Elbert Hubbard
A friend is one who knows you and loves you just the same.
Ralph Waldo Emerson
A man’s growth is seen in the successive choirs of his friends.
Leo Buscaglia
A single rose can be my garden… a single friend, my world.
Thomas Jefferson
But friendship is precious, not only in the shade, but in the sunshine of life, and thanks to a benevolent arrangement the greater part of life is sunshine.
C. S. Lewis
Friendship is unnecessary, like philosophy, like art… It has no survival value; rather it is one of those things that give value to survival.
Muhammad Ali
Friendship… is not something you learn in school. But if you haven’t learned the meaning of friendship, you really haven’t learned anything.
Albert Camus
Don’t walk in front of me, I may not follow; Don’t walk behind me, I may not lead; Walk beside me, and just be my friend.
Ludwig van Beethoven
Never shall I forget the times I spent with you; continue to be my friend, as you will always find me yours.
Bob Marley
Your worst enemy could be your best friend, and your best friend your worst enemy.
Yassir Arafat
Choose your friends carefully. Your enemies will choose you.
Oscar Wilde
True friends stab you in the front.
Bernard Meltzer
A true friend is someone who thinks that you are a good egg even though he knows that you are slightly cracked.
Tennessee Williams
Life is partly what we make it, and partly what it is made by the friends we choose.
Clifton Fadiman
One measure of friendship consists not in the number of things friends can discuss, but in the number of things they need no longer mention.
David Tyson Gentry
True friendship comes when the silence between two people is comfortable.
Yudha Okky Pratama
Salah satu hadiah terbaik yang bisa didapatkan di dunia adalah teman-teman yang menyayangi kita.
Dan Azed
Teman adalah seseorang yang membawamu ke pintu hidayah, mengajarkan arti suka dan duka, saling menjaga, saling menasehati dan mengingatkan, pendukung utama saat yg lain ragu padamu, diary besar untuk menuliskan semua kisah hidupmu, dan sebuah diary akan selalu menjaga rahasiamu. ^_*
Minggu, 01 Januari 2012
Meaning of Friendship (1)
Meaning of F.R.I.E.N.D.S.H.I.P
“F” is for Fun…………That friends share when they are together.
“R” is for Reliability….A true friend is someone that you can always rely on.
“I” is for Interest…….Someone who is genuinely interested in you, your fears, joys, and life.
“E” is for Energy………They pick you up when you are down, and give you the energy to go on and believe in yourself.
“N” is for Nothing……..Nothing is ever too much, no matter what time it is, night or day.
“D” is for Distance…….Although the miles may separate you, a true friend is never far away.
“S” is for Secrets……..Your feelings and personal/private thoughts that you can only share with a friend.
“H” is for Happiness……The way I feel when we are together.
“I” is for Inseparable….Through good times and bad, tears and laughter. A friend will always be there for you.
“P” is for Perfect……..The friendship
Taken from: http://woaha-chen.blogspot.com/2010/01/meaning-of-friendship.html
Minggu, 11 Desember 2011
being a teacher trainee (2)
Mulai Senin depan (12/12), nggak ada lagi yang namanya menyiapkan media dengan the power of kepepet. Nggak ada lagi nge-print RPP sesaat sebelum berangkat sekolah dan meng-copy worksheet dengan nafas sesak karna cemas telat. Nggak ada lagi kebut-kebutan di jalan lintas Sumatera demi menghemat waktu beberapa menit agar bisa sampai di sekolah tepat saat bel berbunyi. Nggak ada lagi kata-kata “good morning my beloved students” dst yang jadi kalimat pamungkasku di awal pembelajaran. Nggak ada lagi menghela nafas menahan marah melihat tingkah polah siswa-siswa bandel. Nggak ada lagi ngumpul dan berinvestigasi di meja piket bersama mereka, teman-teman seperjuangan. Nggak ada lagi memeriksa buku latihan dan buku UH yang isinya hampir semuanya copy-paste alias nyontek. Nggak ada lagi upacara, makan di kantin sekolah, bercanda sambil memotivasi siswa, mengisi tinta spidol, dan sebagainya, dan sebagainya. Ahh... sebentar lagi SMP N 1 Batang Anai sudah akan menjadi sejarah dalam hidupku. Nggak ada lagi, nggak ada lagi, dan... gak da ghi!!!
Selasa, 08 Maret 2011
Award pertama
Senin, 14 Februari 2011
Renungan Calon Petani Berjaya

Judul asli: Merenung di pematang sawah yang telah kucangkuli seminggu ini...
Kuawali kisah ini dalam statusku 3 Januari 2011.
"kata guruku di sekolah dulu, energi yang dipakai untuk ujian itu sama dengan energi yang dipakai petani tuk mencangkul di sawah. Hari ini ada 2 ujian, berarti dua petak sawah kucangkuli, tapi satunya take home exam, berarti energinya sama dengan menjemur benih di halaman rumah. hmm... ^_* "
Hari itu adalah hari pertamaku mencangkul sawah, prosesnya tak begitu susah karena untuk sawah yang ini aku tak perlu menyiapkan energi yang terlalu besar. Asal ada hasrat untuk mengayunkan cangkul, sawah yang ini akan menghasilkan padi yang sempurna dimasa panen nanti.
Sayangnya, semakin hari sawah yang harus kucangkuli semakin keras saja tanahnya. Ditambah lagi dengan banyaknya godaan yang membuatku malas mengasah mata cangkulku. Hasilnya, di hari ketiga, ini dia rangkaian kalimat yang mengisi space statusku, Rabu 5 Januari 2011.
"Garapan sawah hari ini kurang baik. Selain karna memang tanahnya keras, cangkulku juga kurang tajam. Tapi, teteup...Harapan itu akan selalu ada. Semoga hasil panennya tetap memuaskan, Amien.."
Status itu benar-benar menggambarkan karakter asliku, damai dengan keadaan, hadapi dengan senyuman, dan dengan penuh keyakinan aku percaya, harapan itu selalu ada.
Hari ini, kamis 6 januari 2011, usahaku mencangkuli sawah terakhir benar-benar parah. Aku tahu, petak sawah yang ini adalah petak sawah yang sangat penting untuk masa depanku menjadi petani berjaya, tapi aku tak pernah mau tahu dengan cangkulku yang benar-benar sudah tumpul matanya. Selain itu aku juga lupa, sawah ini akan menguras banyak energiku yang mulai tak berdaya. Begitu banyak batu yang harus kuhindari saat mencangkul sawah ini. Dengan cangkul yang tumpul dan energi yang tak mengepul, kuayunkan cangkulku dengan terpaksa.
Sayang sekali, ayunan cangkulku mengenai sebuah batu. Ya Allah, cangkulku patah, memantul melukai wajahku. Untunglah, tak mengenai mata dan bibirku. Sehingga, Alhamdulillah aku masih bisa menatap dunia lewat jendela, dan tersenyum padanya. Aku tak langsung pulang ke rumah, kusempatkan diri untuk merenung di pematangnya sembari melihat rekan-rekan seperjuanganku mencangkuli sawah mereka.
Dalam renunganku, aku sesali kelalaianku yang tak perhatian pada cangkulku. Hanya saja, satu hal selalu menggerogoti pikiranku, kapankah sebuah penyesalan itu akan memberi semangat baru untukku? Orang bilang, menyesal kemudian tidak berguna. Bagiku, menyesal tanpa berubah, buang-buang waktu saja. Lalu, karna tak yakinnya aku dengan hasrat untuk berubah, aku pilih untuk tidak menyesal saja. Lets gone be by gone, yang lalu biarlah berlalu. Kucoba menghibur diri dengan pepatah itu tetapi kali ini pepatah itu tak bekerja. Suasana hatiku tetap merana. Merana karena luka di wajahku yang tak begitu indah dan merana memikirkan hasil panen sawah yang begitu berharga ini.
Sawah ini kawan, hasil panennya kan menentukan masa depanku dalam meraih cita tuk menjadi petani berjaya. Sempurnanya panenan sawah yang satu ini akan membuatku mantap untuk terus maju meraih cita. Keberhasilan hasil panen sawah ini juga kan memberiku peluang untuk mendapatkan sawah yang lebih besar untuk 6 bulan berikutnya. Ya Rahmaan... baguskanlah hasil panenku dimusim ini, Amien...
Dalam renunganku, tak kuat rasanya membendung air mata. Ingin sekali kutumpahkan suasana hati ini pada para sahabat di sana. Sayang, mereka juga harus berusaha mencangkul petak sawah yang mereka punya. Aku tak mungkin mengganggu waktu mereka yang berharga. Biarlah, kusimpan sedih di dalam hati, kubungkus duka di dalam jiwa.
Dalam perjalanan pulang, rerumputan membantuku menghilangkan lara. Ia katakan padaku, harapan itu selalu ada. Aku kembali sadar, aku tak hanya punya satu cita. Citaku tak hanya ingin menjadi petani berjaya. Aku punya segudang cita untuk ikut merenovasi dunia. Ku kan tetap berdoa dan tawakal agar tercapainya citaku menjadi petani berjaya, dan ku akan berusaha menggapai mimpi-mimpi selanjutnya dan mulai berkarya.
Setiba di rumah, kuputuskan untuk pergi ke kota untuk mengunjungi toko buku ternama. Kebetulan ada dua sahabat yang telah selesai menggarap sawah mereka, kami ke kota bersama. Kunjungan ini adalah bentuk rasa syukurku karna masih bisa memandang dunia lewat jendelanya dan sebagai cara tuk menyapu bersih jejak duka yang masih tersisa.
Subhanallah, Allah Maha Bijaksana. Di salah satu toko buku ternama, potongan harga sedang marak-maraknya. Tak kusia-siakan kesempatan ini. Aku ambil semua jendela dunia yang akan menerangi jalanku untuk menggapai mimpi selanjutnya.
Semoga semua mimpi dan cita-citaku bisa terwujud menjadi nyata,begitu juga denganmu kawan. Semoga kita semua sukses di dunia dan di kampung akhirat sana, Amien Ya Rabbal Alamin...
Innallaha ma'ana, sesungguhnya Allah selalu bersama kita.
Kawan, terima kasih sudah sudi membaca catatanku yang tak indah dan tak tertata ini. Aku bukan penulis ternama, tapi tak ada salahnya kan, membaca curahan hati seorang teman yang sedang merana? Jika kawan suka, terimakasih yang sebesar-besarnya. Jika kawan bersedia, aku menunggu kritik dan sarannya.
Salam ukhuwah berbalut cinta.
Yaumul Jumu'ah, 7 Januari 2011.
3. 48 am di wismaku tercinta.
Selasa, 04 Januari 2011
bunuh M A L A S
Malas, kata yang tak mungkin kuingkari keberadaannya yang masih selalu bersemayam di benakku. Walau sudah tak separah dulu lagi, tapi aku sadar aku masih berhubungan dengan kata berhuruf 5 itu. Sayang, aku sadar tapi aku tidak segera bangun dan bangkit meninggalkan kata itu. Padahal aku juga tahu pasti kata itu adalah inti dari semua permasalahan hidupku. Kata itu membuatku membuang-buang waktuku yang cukup banyak yang seharusnya aku isi dengan segala hal yang bermanfaat untuk akhirat dan duniaku. Kata itu juga membuatku menyia-nyiakan segala kesempatan yang datang menawariku segala kebaikan yang dapat aku petik untuk kehidupanku. Tapi aku berharap, aku bisa membunuh kata itu dan melahirkan serta membesarkan kesuksesan untuk kehidupanku di kampung akhirat dan di dunia yang fana ini.
Yaa Rabb… bantu hamba untuk bisa mengikuti jejak rasul dan para sahabat menjadi orang yang bertakwa kepadamu dan mengisi hari mereka dengan hal berguna, dan akhirnya izinkan hamba berkumpul dengan mereka di surga abadi nanti. Amien ya Rabb………
Selasa, 14 Desember 2010
Maafkan aku sahabat
Aku tidak pernah menjadi sahabat yang baik bagi sahabatku, bahkan mungkin aku tak menganggap mereka sebagai sahabat. akhirnya, setelah mereka jauh, aku baru bisa merasakan bahwa aku kehilangan mereka. disaat itulah aku menyadari bahwa mereka adalah sahabatku, dan aku telah menyia-nyiakan persahabatan kami.
Sebenarnya, hal yang ingin kusampaikan lebih mengharukan daripada hanya sekedar tulisan di atas, tapi entahlah, mungkin aku memang belum mahir dalam menulis. aku harus melatihnya, jadi bagi kamu yang membacanya, nikmatilah tulisanku ini, dan tunggulah semoga aku bisa menulis yang lebih bagus. sehingga apa yang aku ingin sampaikan bisa tercapai.
BTW, kata mutiara dari Ali bin Abi Thalib tersebut adalah Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak boleh mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah dicari.



















