
Sabtu, 23 Juli 2011
Target Ramadhan

Jumat, 03 Juni 2011
Juzt 4 Fun
TEACHER: Maria, go to the map and find North America .
MARIA: Here it is.
TEACHER: Correct. Now class, who discovered America ?
CLASS: Maria.
____________________________________
TEACHER: John, why are you doing your math multiplication on the floor?
JOHN: You told me to do it without using tables.
__________________________________________
TEACHER: Glenn, how do you spell 'crocodile?'
GLENN: K-R-O-K-O-D-I-A-L'
TEACHER: No, that's wrong
GLENN: Maybe it is wrong, but you asked me how I spell it.
(I Love this kid)
____________________________________________
TEACHER: Donald, what is the chemical formula for water?
DONALD: H I J K L M N O.
TEACHER: What are you talking about?
DONALD: Yesterday you said it's H to O.
__________________________________
TEACHER: Winnie, name one important thing we have today that we didn't have ten years ago.
WINNIE: Me!
__________________________________________
TEACHER: Glen, why do you always get so dirty?
GLEN: Well, I'm a lot closer to the ground than you are.
_______________________________________
TEACHER: Millie, give me a sentence starting with ' I. '
MILLIE: I is..
TEACHER: No, Millie..... Always say, 'I am.'
MILLIE: All right... 'I am the ninth letter of the alphabet.'
________________________________
TEACHER: George Washington not only chopped down his father's cherry tree, but also admitted it.
Now, Louie, do you know why his father didn't punish him?
LOUIS: Because George still had the axe in his hand.
______________________________________
TEACHER: Now, Simon, tell me frankly, do you say prayers before eating?
SIMON: No sir, I don't have to, my Mom is a good cook.
______________________________
TEACHER: Clyde , your composition on 'My Dog' is exactly the same as your brother's. Did you copy his?
CLYDE : No, sir. It's the same dog.
___________________________________
TEACHER: Harold, what do you call a person who keeps on talking when people are no longer interested?
HAROLD: A teacher
__________________________________
PASS IT AROUND AND MAKE SOMEONE LAUGH!
LAUGHTER IS THE SOUL'S MEDICINE!!
Copas from: http://safar90.blogspot.com/2010_06_01_archive.html#
Rabu, 20 April 2011
Resensi Emak ingin naik haji
Judul : Emak ingin naik haji
Penulis : Asma Nadia
Penerbit : AsmaNadia Publishing House
Cetakan : Pertama, Agustus 2009
Tebal : 192 halaman
Harga : Rp. 40.000,-
Haji yang merupakan rukun Islam kelima merupakan impian bagi setiap muslim. Sayangnya kunjungan ke baitullah dalam perjalanan religius dengan menanggalkan status sosial dalam masyarakat dan berbaur dengan muslim sedunia dengan pakaian ihram yang sama-sama berwarna putih bersih itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dengan keadaan ekonomi Indonesia yang morat-marit, umat muslim bekerja keras untuk menunaikan panggilan Sang Maha Kuasa ini.
Pengelolaan haji di Indonesia yang ditangani oleh departemen agama tidak selalu mulus seperti yang diberitakan. Kesempatan naik haji bagi yang berstatus ekonomi menengah ke bawah dihadapkan dengan fenomena antrian waktu keberangkatan saking banyaknya umat Islam yang ingin naik haji di negeri ini. Sedangkan bagi yang berkecukupan, dapat melaksanakan haji setiap tahunnya. Hal ini mengundang tanda tanya atas kinerja pengelola haji.
Lain lagi dengan fasilitas yang ditawarkan pengelola haji. Ada tarif naik haji dengan pelayanan yang biasa saja ada yang dengan tarif yang sangat mahal dan fasilitas yang luar biasa.
Cerpen ‘emak ingin naik haji’ merupakan cerpen kritik sosial yang sangat kuat dan relevan, khususnya di tengah situasi dan kondisi bangsa Indonesia yang sudah satu dasawarsa lebih terpuruk namun tiap tahun kita menyaksikan betapa banyak orang yang sudah berhaji masih juga berlomba-lomba untuk memuaskan ambisinya untuk kembali menunaikan ibadah haji.
Inilah yang dikritik keras oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof. Dr. KH Mutafa Ali Ya’qub sebagai haji setan atau haji provokator. Yaitu muslim-muslim kaya di negeri ini yang lebih senang mengoleksi gelar haji di kepalanya daripada menancapkan akhlak seorang haji. Haji seperti itu sungguh jauh dari sunnah rasulullah SAW.
Cerpen ini juga menggambarkan bagaimana seorang anak membalas jasa ibu dengan melakukan apapun untuk membantu ibunya untuk meraih impian naik haji.
(Sedianya bakal ditulis untuk Ganto, tapi sayang tak kunjung selesai)
Pemimpin Merangkap Pelayan; Ahmadinejad
Misyafad va mitavonim; itu mungkin, dan bisa kita lakukan, ini adalah jargon yang diusung oleh Mahmoed Ahmadinejad sebelum dirinya terpilih menjadi presiden
Mahmoed Ahmadinejad lahir pada 28 Oktober 1956, di perkampungan Aradan, wilayah tertinggal yang berjarak 120km dari arah timur
Kiprah Ahmadinejad di bidang politik saat dirinya dipilih oleh Musthafa Muin, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Tinggi dalam kabinet Rafsanjani sebagai penasehat pribadinya. Ia sering memberikan pertimbangan populis bagi sang menteri terutama dalam mengambil setiap kebijakan dan tindakan pemerintahan. Hal ini menjadikan Ahmadinejad sebagai sosok yang mempunyai prestasi di mata Presiden Hashemi Rafsanjani. Kemudian presiden menunjuk Ahmadinejad sebagai Bupati Ardabil. Setelah masa tugas sebagi bupati berakhir, Ahmadinejad kembali dipercaya untuk mengemban tugas sebagai Walikota Teheran. Berbagai persoalan social-budaya
Amanah sebagai walikota Teheran dilepaskan Ahmadinejad saat mempersiapkan diri mengikuti pemilihan presiden
Sejak terpilih menjadi presiden, rakyat
Ps: Pernah dimuat di buletin Rangkiang*
(*3 tahun yang lalu, hehe, sayang kalau hanya mendekam di dokumenku. Kabar terakhir dari seorang ustadz, Ahmadinejad adalah orang syiah. (Wallahu'alam) Saat ini benar-benar nggak update lagi tentang sosok ini)
Sabtu, 16 April 2011
Mahasiswa dan Playstation
Sekarang, mahasiswa masih dianggap sebagai agen perubahan tetapi tidak lagi dengan semangat seperti senior-senior dulunya. Hanya segelintir saja mahasiswa yang peduli dengan keadaan bangsa ini. Yang lainnya kemana? Mereka juga sibuk. Sibuk dengan segala macam permainan yang ditawarkan benda keramat yang bernama play station.
Pertumbuhan rental play station di sekitar kampus semakin menjamur. Tentu saja. Pengusaha rental play station semakin berjaya karena banyaknya mahasiswa yang mengantri untuk mendapatkan giliran “berkencan” dengan play stationnya. Mulai dari pagi hingga dini hari, rental play station tidak akan pernah sepi. Ramai pengunjung yang 90 persennya adalah mahasiswa.
Mereka menghabiskan banyak waktu mereka untuk berperang dalam rental play station tetapi mereka tidak tahu segelintir rekan-rekannya berjuang melawan musuh-musuh nyata bangsa, koruptor misalnya. Mereka bersedia merusak mata mereka dengan terus-menerus menatap layar kaca tanpa pernah menggunakan nikmat tuhan itu untuk memperhatikan kondisi kampus dan negaranya. Mereka mampu merogoh kocek dalam-dalam untuk sekedar memenangkan permainan balap motor dengan berhayal sebagai Valentino Rossi tanpa sekalipun ikut menyumbangkan peluhnya dalam aksi-aksi segelintir rekan-rekannya dalam membangun bangsa.
Pandangan masyarakat kepada mahasiswa sebagai agen perubahan tidak akan berubah dengan adanya mahasiswa-mahasiswa pecandu game ini. Mahasiswa tetap akan menjadi agen perubahan. Hanya saja, bersediakah mereka menyandang nama sebagai mahasiswa tanpa tahu apa yang akan mereka rubah. Bersediakah mereka hanya menjadi mahasiswa tanpa gelar the agent of change. Tidakkah mereka menyayangkan waktu yang terbuang di rental play station itu padahal seharusnya mereka menyiapkan diri menjadi penerus bangsa. Hanya mahasiswa yang bersahabat dengan play station-lah yang bisa menjawabnya. * (Dan Azed)
(* Pernah dimuat di harian Singgalang Edisi Minggu, rubrik Critical U)