Sabtu, 23 Juli 2011

Target Ramadhan



Ramadhan nan mulia segera tiba, mari sambut dengan gembira.
Gembira menyambutnya berarti pahala.
Diharamkan api neraka untuk mereka yang bergembira menyambutnya.

Ramadhan bulan penuh berkah dan pahala.
Bahkan tidur pun berpahala.
Apalagi jika kita melaksanakan amalan-amalan wajib dan sunnah.
Pahalanya pasti berlimpah.
Semoga kita menjadi hamba yang bertakwa.
Dan kelak bersua di surgaNYA.
Amien Ya Rahmaan...

Amalan wajib dan sunnah mesti ditargetkan,
agar bulan nan mulia tak berlalu begitu saja.
Targetkan untuk selalu shalat berjamaah,
dan targetkan berapa juz tilawahnya.

Target ini target Ramadhan tahun lalu saya.
Alhamdulillah bisa dipakai di setiap Ramadhan nan mulia.
Nih, saya share untuk teman-teman semua.
Semoga bermanfaat dan semoga kita masuk dalam barisan pemenang di akhirnya.
Semoga kita bersua di surga...



Dan Azed
Home Sweet Home (Payakumbuh, 24 July 2011)
8 Hari menuju Ramadhan nan mulia

Jumat, 03 Juni 2011

Juzt 4 Fun

KidsAreQuick


TEACHER: Maria, go to the map and find North America .

MARIA: Here it is.
TEACHER: Correct. Now class, who discovered America ?

CLASS: Maria.
____________________________________


TEACHER: John, why are you doing your math multiplication on the floor?

JOHN: You told me to do it without using tables.
__________________________________________


TEACHER: Glenn, how do you spell 'crocodile?'

GLENN: K-R-O-K-O-D-I-A-L'
TEACHER: No, that's wrong

GLENN: Maybe it is wrong, but you asked me how I spell it.

(I Love this kid)

____________________________________________


TEACHER: Donald, what is the chemical formula for water?

DONALD: H I J K L M N O.
TEACHER: What are you talking about?

DONALD: Yesterday you said it's H to O.
__________________________________

TEACHER: Winnie, name one important thing we have today that we didn't have ten years ago.

WINNIE: Me!
__________________________________________


TEACHER: Glen, why do you always get so dirty?

GLEN:
Well, I'm a lot closer to the ground than you are.
_______________________________________

TEACHER: Millie, give me a sentence starting with ' I. '

MILLIE: I is..
TEACHER: No, Millie..... Always say, 'I am.'

MILLIE: All right... 'I am the ninth letter of the alphabet.'

________________________________

TEACHER: George Washington not only chopped down his father's cherry tree, but also admitted it.
Now, Louie, do you know why his father didn't punish him?

LOUIS: Because George still had the axe in his hand.
______________________________________

TEACHER: Now, Simon, tell me frankly, do you say prayers before eating?

SIMON: No sir, I don't have to, my Mom is a good cook.
______________________________

TEACHER: Clyde , your composition on 'My Dog' is exactly the same as your brother's. Did you copy his?

CLYDE : No, sir. It's the same dog.
___________________________________

TEACHER: Harold, what do you call a person who keeps on talking when people are no longer interested?
HAROLD: A teacher
__________________________________

PASS IT AROUND AND MAKE SOMEONE LAUGH!

LAUGHTER IS THE SOUL'S MEDICINE!!

Copas from: http://safar90.blogspot.com/2010_06_01_archive.html#

Rabu, 20 April 2011

Resensi Emak ingin naik haji

Judul : Emak ingin naik haji

Penulis : Asma Nadia

Penerbit : AsmaNadia Publishing House

Cetakan : Pertama, Agustus 2009

Tebal : 192 halaman

Harga : Rp. 40.000,-

Haji yang merupakan rukun Islam kelima merupakan impian bagi setiap muslim. Sayangnya kunjungan ke baitullah dalam perjalanan religius dengan menanggalkan status sosial dalam masyarakat dan berbaur dengan muslim sedunia dengan pakaian ihram yang sama-sama berwarna putih bersih itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dengan keadaan ekonomi Indonesia yang morat-marit, umat muslim bekerja keras untuk menunaikan panggilan Sang Maha Kuasa ini.

Pengelolaan haji di Indonesia yang ditangani oleh departemen agama tidak selalu mulus seperti yang diberitakan. Kesempatan naik haji bagi yang berstatus ekonomi menengah ke bawah dihadapkan dengan fenomena antrian waktu keberangkatan saking banyaknya umat Islam yang ingin naik haji di negeri ini. Sedangkan bagi yang berkecukupan, dapat melaksanakan haji setiap tahunnya. Hal ini mengundang tanda tanya atas kinerja pengelola haji.

Lain lagi dengan fasilitas yang ditawarkan pengelola haji. Ada tarif naik haji dengan pelayanan yang biasa saja ada yang dengan tarif yang sangat mahal dan fasilitas yang luar biasa.

Cerpen ‘emak ingin naik haji’ merupakan cerpen kritik sosial yang sangat kuat dan relevan, khususnya di tengah situasi dan kondisi bangsa Indonesia yang sudah satu dasawarsa lebih terpuruk namun tiap tahun kita menyaksikan betapa banyak orang yang sudah berhaji masih juga berlomba-lomba untuk memuaskan ambisinya untuk kembali menunaikan ibadah haji.

Inilah yang dikritik keras oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof. Dr. KH Mutafa Ali Ya’qub sebagai haji setan atau haji provokator. Yaitu muslim-muslim kaya di negeri ini yang lebih senang mengoleksi gelar haji di kepalanya daripada menancapkan akhlak seorang haji. Haji seperti itu sungguh jauh dari sunnah rasulullah SAW.

Cerpen ini juga menggambarkan bagaimana seorang anak membalas jasa ibu dengan melakukan apapun untuk membantu ibunya untuk meraih impian naik haji.


(Sedianya bakal ditulis untuk Ganto, tapi sayang tak kunjung selesai)

Pemimpin Merangkap Pelayan; Ahmadinejad

Misyafad va mitavonim; itu mungkin, dan bisa kita lakukan, ini adalah jargon yang diusung oleh Mahmoed Ahmadinejad sebelum dirinya terpilih menjadi presiden Iran ke-6. terpilihnya Ahmadinejad sebagai Presiden Republik Islam Iran membawa angin surga bagi rakyat Iran dan membawa bencana bagi negara digdaya, Amerika.

Mahmoed Ahmadinejad lahir pada 28 Oktober 1956, di perkampungan Aradan, wilayah tertinggal yang berjarak 120km dari arah timur kota Teheran. Dilahirkan sebagai anak keempat dari tujh bersaudara dalam keluarga yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama mendidik ahmadinejad kecil menjadi anak yang sangat akrab dengan budaya Islam. Selain itu, hidup denga keluarga yang mempunyai masalah ekonomi menunutun Ahmadinejad untuk bersemangat dalam memperjuangkan kehidupan pribadi dan keluarganya. Keterbatasan ekonomi keluarga tidak menghambat Ahmadinejad dalam memenuhi dahaganya akan ilmu. Jenjang demi jenjang pendidikan ia tempuh di Teheran. Sampai kahirnya Ahmadinejad belajar di Iran University of Science and Technology (IUST) dan mendapatkan gelar sarjana dan Master of Science di bidang Teknik Sipil.

Kiprah Ahmadinejad di bidang politik saat dirinya dipilih oleh Musthafa Muin, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Tinggi dalam kabinet Rafsanjani sebagai penasehat pribadinya. Ia sering memberikan pertimbangan populis bagi sang menteri terutama dalam mengambil setiap kebijakan dan tindakan pemerintahan. Hal ini menjadikan Ahmadinejad sebagai sosok yang mempunyai prestasi di mata Presiden Hashemi Rafsanjani. Kemudian presiden menunjuk Ahmadinejad sebagai Bupati Ardabil. Setelah masa tugas sebagi bupati berakhir, Ahmadinejad kembali dipercaya untuk mengemban tugas sebagai Walikota Teheran. Berbagai persoalan social-budaya kota Teheran dapat ia selesaikan dengan semangat revolusi Iran dan prinsip-prinsip akidah Islam. Hasilnya, panggung politik nasional mulai mengenal sosok Ahmadinejad, terlebih lagi rakyat Teheran yang menilai pemimpin mereka itu sebagai seorang yang sangat mereka cintai dan dikagumi sebagai pribadi yang patriotik.

Amanah sebagai walikota Teheran dilepaskan Ahmadinejad saat mempersiapkan diri mengikuti pemilihan presiden Iran ke-6. usaha politik Ahmadinejad dalam meraih simpati rakyat Iran terbilang sangat jempolan. Melalui kampanyenya Ahmadinejad memaparkan seabrek program populis. Ia punya rencana untuk membangun sebuah tata pemerintahan yang dapat menjadi contoh bagi publik dunia, birokrasi pemerintahan yang tidak korup, menekan jumlah angka kemiskinan di Iran dan membentuk kehidupan rakyat Iran yang memiliki karakter ke-Islaman serta menjunjung tinggi semangat Revolusi Islam Iran 1979.

Sejak terpilih menjadi presiden, rakyat Iran meletakkan harapan-harapan barunya di atas pundak Ahmadinejad, sang pemimpin yang selalu menekankan pada dirinya bahwa posisinya sebagai pemimpin berarti sebagai pelayan bagi seluruh rakyat Republik Islam Iran.

Ps: Pernah dimuat di buletin Rangkiang*

(*3 tahun yang lalu, hehe, sayang kalau hanya mendekam di dokumenku. Kabar terakhir dari seorang ustadz, Ahmadinejad adalah orang syiah. (Wallahu'alam) Saat ini benar-benar nggak update lagi tentang sosok ini)

Sabtu, 16 April 2011

Mahasiswa dan Playstation

Mahasiswa dikenal sebagai the agent of change atau agen perubahan. Begitu banyak perubahan yang tercetus berkat pemikiran-pemikiran mahasiswa. Misalnya saja runtuhnya rezim Soeharto. Saat itu, mahasiswa di seluruh Indonesia bersatu untuk meyuarakan kepentingan rakyat.

Sekarang, mahasiswa masih dianggap sebagai agen perubahan tetapi tidak lagi dengan semangat seperti senior-senior dulunya. Hanya segelintir saja mahasiswa yang peduli dengan keadaan bangsa ini. Yang lainnya kemana? Mereka juga sibuk. Sibuk dengan segala macam permainan yang ditawarkan benda keramat yang bernama play station.

Pertumbuhan rental play station di sekitar kampus semakin menjamur. Tentu saja. Pengusaha rental play station semakin berjaya karena banyaknya mahasiswa yang mengantri untuk mendapatkan giliran “berkencan” dengan play stationnya. Mulai dari pagi hingga dini hari, rental play station tidak akan pernah sepi. Ramai pengunjung yang 90 persennya adalah mahasiswa.

Mereka menghabiskan banyak waktu mereka untuk berperang dalam rental play station tetapi mereka tidak tahu segelintir rekan-rekannya berjuang melawan musuh-musuh nyata bangsa, koruptor misalnya. Mereka bersedia merusak mata mereka dengan terus-menerus menatap layar kaca tanpa pernah menggunakan nikmat tuhan itu untuk memperhatikan kondisi kampus dan negaranya. Mereka mampu merogoh kocek dalam-dalam untuk sekedar memenangkan permainan balap motor dengan berhayal sebagai Valentino Rossi tanpa sekalipun ikut menyumbangkan peluhnya dalam aksi-aksi segelintir rekan-rekannya dalam membangun bangsa.

Pandangan masyarakat kepada mahasiswa sebagai agen perubahan tidak akan berubah dengan adanya mahasiswa-mahasiswa pecandu game ini. Mahasiswa tetap akan menjadi agen perubahan. Hanya saja, bersediakah mereka menyandang nama sebagai mahasiswa tanpa tahu apa yang akan mereka rubah. Bersediakah mereka hanya menjadi mahasiswa tanpa gelar the agent of change. Tidakkah mereka menyayangkan waktu yang terbuang di rental play station itu padahal seharusnya mereka menyiapkan diri menjadi penerus bangsa. Hanya mahasiswa yang bersahabat dengan play station-lah yang bisa menjawabnya. * (Dan Azed)

(* Pernah dimuat di harian Singgalang Edisi Minggu, rubrik Critical U)